Memonews.id, Kota Batu – Kota Batu ditetapkan sebagai salah satu lokasi replikasi program pemberdayaan masyarakat yang sebelumnya telah dikembangkan di Kota Bandung. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berkembang dan naik kelas.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PKB sekaligus Sekretaris Jenderal PKB, Muhammad Hasanuddin Wahid, bersama sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait di Kota Batu.

Wali Kota Batu, Nurochman, S.H.,M.H., menyampaikan bahwa sektor pertanian dan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Batu. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program pemberdayaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Pemerintah dan sejumlah perangkat daerah di Kota Batu disebut telah membangun integrasi dalam pelaksanaan berbagai program pemberdayaan. Kolaborasi ini melibatkan sejumlah dinas, termasuk Dinas Pertanian dan Dinas Sosial, serta unsur pemerintah daerah lainnya,” ujarnya pada Rabu (26/8/2026).

Masih kata Cak Nur sapaan akrabnya, mengatakan kinerja pemberdayaan UMKM Kota Batu juga mendapat apresiasi di tingkat nasional. Salah satunya melalui penghargaan yang diterima pada tahun 2024, ketika program pemberdayaan UMKM Kota Batu dinilai memiliki kinerja dan pendampingan yang baik secara nasional.

“Salah satu program yang dijalankan adalah pendampingan intensif terhadap pelaku UMKM. Dalam program tersebut, sekitar 40 UMKM mendapatkan pendampingan selama 365 hari,” tuturnya.

Pendampingan tidak hanya berkaitan dengan pengembangan produk, tetapi juga mencakup aspek legalitas usaha, manajemen, pemasaran, digitalisasi, hingga pengembangan kapasitas bisnis.

Program pemberdayaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu menciptakan kemandirian dan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan konsep Perintis Berdaya Connect, yang diharapkan dapat menjadi wadah untuk menghubungkan berbagai kekuatan dalam pemberdayaan, khususnya generasi muda.

Dr. (HC). Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si. menurutya program ini juga diarahkan untuk mempertemukan produk-produk pertanian yang telah memenuhi standar dan terverifikasi dengan dunia usaha modern. Dengan demikian, hasil pertanian Kota Batu tidak hanya dipasarkan secara konvensional, tetapi memiliki peluang untuk masuk ke rantai usaha dan pasar yang lebih luas.

“Yang diperlukan adalah tata kelola yang baik agar seluruh potensi yang ada dapat terhubung dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” Ujarnya

Pemerintah daerah juga diharapkan terus memberikan ruang dan kebijakan yang mendukung perkembangan UMKM. Para pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan berbagai fasilitas pemberdayaan sekaligus meningkatkan kapasitas agar mampu terus berkembang.

“Teruslah memanfaatkan ruang yang ada, tingkatkan kapasitas, dan terus naik kelas, khususnya bagi UMKM di Kota Batu”. Tandasnya

Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sektor pertanian, UMKM, dan generasi muda, program tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Kota Batu.(*).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *