Memonews.id, Malang – Upaya pemberantasan praktik mafia kayu jati terus digencarkan. Tim Dittipidter Mabes Polri bersama Pokmas Wono Nggayuh Becik menggelar kegiatan sambang dialogis di Kantor Sekretariat Pokmas, Dusun Duren, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 15 Juli 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Iptu Angga, S.H., M.H., Rombongan tim disambut oleh Dewan Penasehat Pokmas Yusuf, M., Ketua Pokmas H. Maksum, Sekretaris Pokmas Rumaji, anggota pokmas, tokoh adat Paito, serta warga petani Dusun Duren.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Dittipidter Mabes Polri berdialog langsung dengan para petani untuk menyerap informasi dan keluhan terkait situasi keamanan di desa. Salah satu permasalahan utama yang disoroti warga adalah maraknya aksi mafia kayu jati yang dinilai telah merampas hak garap lahan milik masyarakat Desa Arjowilangun.
“Kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah bentuk nyata kemitraan. Kami ingin mendengar langsung, sekaligus memastikan wilayah pedesaan tetap aman dan kondusif,” ujar Iptu Angga dalam dialog tersebut.
Selain mendengarkan aspirasi, tim juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Warga diimbau untuk menjaga kerukunan, meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, dan segera melapor jika menemukan gangguan keamanan atau potensi konflik di lingkungan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat merasa lebih tenang dengan hadirnya Tim Dittipidter Mabes Polri dan berharap sinergi antara Polri dan Pokmas Wono Nggayuh Becik dapat terus diperkuat, untuk memberantas praktik ilegal yang merugikan petani.
Sepanjang kegiatan, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Diharapkan melalui kegiatan ini hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan mendukung aktivitas warga sehari-hari. (*).





