Memonews.id, Kota Batu – Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 oleh Pj. Wali Kota Batu.
Penjabat (Pj.) Wali Kota Batu, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP.M.M menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Batu Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Drs. H. Imam Kabul, Gedung DPRD, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pasa Senin (04/11/2024).
Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, serta didampingi oleh dua wakil ketua, Punjul Santoso dan Ludi Tanarto, dilanjutkan dengan penyampaian Raperda oleh Kepala Daerah kepada DPRD Kota Batu.
Rapat ini berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Batu dan dihadiri oleh Pj Wali Kota Batu, seluruh anggota dewan, Forpimda serta Organisasi Perangkat Daerah.
Rapat Paripurna tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan pada hari Rabu (30/10/2024) yang pekan lalu.
Dalam rapat tersebut, Pj. Wali Kota Batu menyampaikan bahwa prioritas pembangunan Tahun Anggaran 2025 harus memperhatikan tema pembangunan nasional dan kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2025, serta memperhatikan sasaran pembangunan pada Rencana Pemerintah Daerah (RPD) Kota Batu tahun 2023-2026.
Hal pertama yang disampaikan oleh Pj. Wali Kota Batu Aries Agung Paewai, berkaitan dengan langkah cepat dan semangat kerja tinggi untuk senantiasa melayani masyarakat dengan membawa perubahan yang positif. la mengatakan bahwa dengan semangat yang baru, maka akan membawa angin perubahan bagi masyarakat dan daerah.
“Semangat kerja dan dedikasi yang tinggi untuk melayani masyarakat tetap menjadi prioritas. Harapan besar pun terbangun dengan semangat yang baru membawa angin segar bagi masyarakat dan daerah, tetapi juga membawa perubahan positif yang nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Pj. Aries.
Selanjutnya, Pj. Aries menyampaikan tema dan sasaran RKPD Kota Batu, yaitu, “Penguatan Pertumbuhan Ekonomi Didukung Pemerataan Pembangunan Infrastruktur yang Berwawasan Lingkungan, Pemberdayaan Desa dan Daya Saing SDM,” jelasnya.
Melalui tema tersebut diatas, Pj. Aries turut memaparkan 6 (enam) prioritas pembangunan yang meliputi, perwujudan kualitas hidup SDM, pemerataan infrastuktur, pertumbuhan ekonomi, digitalisasi tata kelola pemerintahan, percepatan penanganan kemiskinan, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup dan pembangunan kawasan.
“Dengan penentuan tema dan prioritas pembangunan ini, maka diharapkan bisa mencapai Target kinerja tahun 2025. Juga memfokuskan prioritas anggaran belanja pada upaya pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan,” ungkap Pj. Aries.
Pj. Wali Kota Batu juga menjelaskan arah kebijakan belanja tahun 2025 yang difokuskan untuk memenuhi Mandatory Spending dengan kata lain belanja-belanja yang besarannya telah ditentukan oleh Peraturan Perundang-undangan.
“Arah kebijakan belanja tahun anggaran 2025 salah satunya difokuskan untuk memenuhi mandatory spending yang meliputi Belanja Pegawai, Fungsi Pendidikan, Belanja Infrastruktur, Peningkatan Kualitas SDM, Belanja Pengawasan, dan Alokasi Dana Desa, yang keseluruhan telah ditentukan batas minimalnya oleh peraturan perundang-undangan,” bebernya.
Dari beberapa program prioritas yang akan dikejar dalam RAPBD 2025, mencakup upaya penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan tingkat pengangguran. “Program-program ini termasuk bedah rumah atau renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu, penyelenggaraan bursa kerja (Job Fair), serta pelatihan keterampilan bagi para pencari kerja di Kota Batu,” tuturnya.
Di bidang kesehatan, Aries mengatakan pentingnya penanganan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan. ” Seperti langkah-langkah yang akan dilakukan meliputi penguatan intervensi untuk penanganan stunting, peningkatan alokasi anggaran bagi intervensi gizi spesifik untuk 100 hari pertama kehidupan, dan pemberian makanan tambahan sesuai rekomendasi dokter spesialis anak di Kota Batu,” pungkasnya.
Terakhir, Pj. Aries memaparkan secara substantif rencana anggaran dalam Raperda 2025 yaitu, Proyeksi Pendapatan Daerah sebesar Rp. 1.031,059.999.112,00 terbagi atas PAD, Pendapatan Transfer, dan Pendapatan lain yang sah. Lalu, sisi Belanja Daerah diproyeksikan sebesar Rp.1.164.451.031.409,00 terbagi dalam 4 (empat) kelompok belanja. Serta sisi Kebijakan Pembiayaan, terdapat proyeksi Penerimaan Pembiayaan dari SiLPA sebesar Rp.133.391.032.297,00.(*).





