Memonews.id, Kota Batu  –  Krisdayanti (KD)-Kresna Dewanata Phrosak (Dewa) Pasangan calon (paslon) Pilkada Kota Batu nomor 3, melakukan blusukan di Pasar Induk Among Tani, Sabtu (19/10/2024). Pasangan yang diusung PDIP dan Nasdem itu menginginkan pasar tersebut bisa naik level menjadi pasar internasional.


Karena mayoritas pedagang di Pasar Induk Among Tani tersebut perempuan,akan transaksi jual beli lebih luwes.


“Saya semakin percaya jika yang menyelesaikan proses transaksi jual beli di pasar ini, adalah kebanyakan kaum perempuan,” ujar KD di depan para pedagang Pasar Induk Among Tani Kota Batu.


KD menyebut bahwa dalam pembangunan pasar harus ada keterlibatan serius dari pemerintah pusat. “Artinya bahwa pemerintah pusat memiliki perhatian penuh terhadap warga Kota Batu. Ini harus kita jaga,” bebernya.


Sementata itu KD menilai kondisi Pasar Induk Among Tani saat ini tidak begitu ramai seperti yang diharapkan para pedagang. Padahal jumlah kios di pasar itu mencapai 2.700.


“Saya berharap dengan menjaga pasar induk ini, bisa menjadikan tempat wisata belanja nasional hingga internasional. Contoh Kita bisa bekerjasama dengan hotel yang ada di Kota Batu,” jelas KD.


Politisi yang mengawali karirnya sebagai selebriti itu menilai para tamu dari luar kota maupun luar negeri bisa dirancang untuk jalan-jalan dan sarapan pagi di Pasar Induk Among Tani. Selanjutnya mereka membeli pakaian batik di pasar tersebut. Karena itu, KD mengusulkan agar ada penambahan lahan untuk area permainan anak.


“Jadi yang membawa anak-anak ke pasar bisa sambil menunggu dan bermain sembari keluarganya belanja di Pasar Induk Among Tani Kota Batu ini,” tutur KD.


Menurut KD, untuk wujudkan Pasar Induk Among Tani naik level diperlukan sinergi kerjasama yang baik antara semua pihak. Para pedagang harus mengupgrade barang yang dijual dengan inovasi yang baru ,dengan berbagai variasi agar para pembeli semakin semangat.


“Insya Allah kalau kita direstui seluruh warga Kota Batu akan lebih mensejahterakan pedagang. Saya janji akan endorse Pasar Induk Among Tani Kota Batu lewat medsos, karena saya yakin 98 persen pedagang sudah berdaya saing lewat teknolog yang canggih dan modern, ” tegasnya.


Ia mengatakan terkait sampah yang menumpuk di Pasar Induk Among Tani tersebut, Kata KD, saya kalau ada truk pasti saya suruh angkat dan bersihkan. Agar tidak menumpuk dan terlihat kurang indah.


“Sampah yang menumpuk di Pasar Induk Among Tani ini, kalau ada truk pasti segera saya suruh bersihkan. Supaya tidak ada lagi sampah yang menumpuk di pasar ini,” tegas KD.


Di tempat dan waktu yang sama, Kresna Dewanata Phrosak menjelaskan pengalamannya selama bertugas di Komisi X DPR RI periode 2014-2019 yang bermitra dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dia tengah memikirkan pembangunan dan akses baru yang, sangat mendukung penguraian jalur wisata ke Kota Batu dan sekitarnya.


“Ya, dengan program tersebut membutuhkan kerja sama pemerintah daerah terkait yang merupakan aglomerasi Malang Raya. Yang jelas kita menggiring para wisatawan supaya belok ke pasar induk ini, karena tujuan kita Pasar Induk Among Tani mendunia,” tutup Dewa. (*).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *