Memonews.id, Kota Batu  – Panwaslu Kecamatan Batu mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan  tamu undangan yang dihadiri oleh Organisasi Non Pemerintah, betempat di Hotel Samara Kota Batu, pada Rabu (28/8/2024).


Di hadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Batu, Supriyanto. S.Pd., Anggota Panwaslu Kecamatan Batu, serta para tamu undangan berjumlah 50 peserta keseluruhnya dari Kecamatan Batu. Pada kali ini organisasi non pemerintah banyak dari kalangan seperti nasionalis ada dari pemuda pancasila juga ada dari kalangan nahdlatul ulama, kalangan pemuda muhammadiyah yang diundang. Pemilih memiliki tahapan pemutakhiran data pemilih saat ini.


M. Alfan anggota Panwaslu Kecamatan Batu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa menjelaskan, tujuan dari adanya kegiatan ini yaitu tentunya harapan dari Bawaslu ini pengawasan partisipatif untuk dimasifkan terhadap masyarakat.


“Jadi bawaslu sendiri tidak dapat melaksanakan pengawasan dengan baik tanpa adanya pengawasan yang dilakukan dan di bantu oleh elemen masyarakat. Jadi untuk pengawasan partisipatif masyarakat juga ikut serta mengawasi tahapan pilkada 2024 di Kota Batu,” bebernya.


Masih kata Afan, disisi lain kami dari Panwaslu Kecamatan Batu juga berkoordinasi agar menjaga hubungan dengan para stakeholder.
Selanjutnya untuk Kecamatan Junrejo, Kecamatan Bumiaji juga melaksanakan acara seperti sosialisasi, berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari teman saya di Kecamatan Bumiaji InsyaAllah besok acaranya.


“Jadi di setiap Kecamatan di Kota Batu terdapat acara sosialisasi masing-masing terkait pengawasan partisipatif. Dan di Kecamatan Bumiaji InsyaAllah infonya basuk,” kata Afan.


Afan menjelaskan, contoh yang kemarin kita juga banyak menemukan terkait masalah-masalah pemilih yang tidak memenuhi syarat, seperti kemarin tepatnya di Desa Pesanggrahan terdapat 11 orang. Dan tidak dikenal yang secara pengakuan dari RT dan RW itu tidak dikenali. Sehingga, pengawas kecamatan melakukan verifikasi ke lapangan untuk validasi data dan screening.


“Sehingga akhirnya mendapatkan hasil dari 11 orang tersebut, terdapat 2 pemilih yang ternyata pindah domisili yaitu yang pertama atas nama Saiful Abdulrohim ternyata pindah di Desa Songgokerto, yang kedua atas nama Tumidi yang berpindah domisili luar kota. Selanjutnya 9 orang lainnya itu masih belum terverifikasi namun terdapat informasi bahwa 9 orang tersebut ternyata orang lama atau orang dulu yang sudah keluar dari Desa Pesanggrahan,” tuturnya.


Harapan dari digelarnya acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan Organisasi non Pemerintah ini, “memang kami pengawasan harus juga dilakukan dan di bantu oleh masyarakat. Yang artinya masyarakat juga ikut serta dalam mengawal demokrasi di Indonesia tentunya pada tahapan pengawasan partisipatif seperti saat ini,” Tutupnya. (My/ La).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *