Memonews.id, Kota Batu  –  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DPP Perkumpulan Waktu Indonesia Bergerak (WIB) menggelar Deklarasi Akbar Bakal calon (Bacalon) Wali Kota Batu 2024-2029, Setya Gunawan, S.E., FSAI., AAAI-J., AIIS.

Kegiatan tersebut juga dilakukan Pelantikan Pengurus DPW dan DPC seluruh Jawa Timur, di Gedung Olahraga (GOR) Gajahmada, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Senin (1/7/2024).

Dalam kegiatan acara Deklarasi Akbar dan Pelantikan Pengurus, juga dihadiri Ketua UMUM DPP Perkumpulan WIB, Siti Fatimah, S.H, Ketua Umum DPD WIB Provinsi Jawa Timur, Ery Berlian Herlambang, S.T, Sekjen DPP WIB, Muhammad Islahuddin, SP., MP dan ratusan pengurus beserta undangan masyarakat Kota Batu.

Ketum DPP Perkumpulan WIB, Siti Fatimah, S.H menyampaikan, bahwa pihaknya sengaja mengajak serta mendukung terkait dengan pencalonan Setya Gunawan menjadi Wali Kota Batu, dalam kontestasi pertarungan Pilkada 2024-2029.

“Kami sengaja mengajak kepada semua jajaran pengurus beserta masyarakat Kota Batu untuk mendukung bapak Setya Gunawan untuk menjadi Wali Kota Batu, pada Pilkada 2024-2029,” terangnya.

Setya Gunawan yang juga Dirut dari lima perusahaan besar di Jakarta, saat Deklarasi Akbar memaparkan visi dan misinya, bahwa dirinya maju sebagai Wali Kota Batu untuk menata Kota Batu agar lebih baik lagi ke depannya.

“Salah satu misi saya adalah miningkatkan pendidikan kualitas SDM Kota Batu. Kita tahu banyak perusahaan atau usaha di Kota Batu sebagaian besar bukan anak – anak Kota Batu yang mengisi.  Ada banyak faktor khususnya dari sisi pendidikannya. Oleh karena, itu untuk meningkatkan kita perlu mempersiapkan kejenjang yang lebih tinggi sehingga membuat pola pikir mereka lebih tertata,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia sampaikan pula, tetapi masalahnya Kota Batu ini UIN membuka lahan di Kota Batu, UNBRA lagi negosiasi tanah.

“Malah universitas luar malah masuk ke Kota Batu. Sehingga separuh masuk di Kota Batu, separuh masuk di Malang itu juga tidak bisa harusnya. Kenapa ini dibiarkan? Jadi, Kota Batu belum memiliki Universitas Negeri, pola memahami negeri kita bisa kerjasamakan dengan kolaborasi dengan universitas – universitas negeri yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Ia katakan bahwa sudah ada beberapa penawaran dari universitas dari luar untuk menjalin kerjasama, untuk membuat universitas di Kota Batu.

“Saya sebagai pengawas WIB juga, kebetulan saya sebagai pengusaha mengimplemasikan jenis usaha kami kepada masyarakat, jadi kami juga baru membentuk kepemimpinan di Jawa Timur khususnya di Kota Batu. !gar lebih mempermudahkan, menjembatanin kepada masyarakat secara langsung,” katanya.

Dirinya menambahkan, kalau selama ini adanya di Sidoarjo, jadi menyentuh Kota Batu tidak ada. Maka dibentuklah sekarang ini yang utama ada DPW Jatim diresmikan agar bisa menyentuh masyarakat – masyarakat yang ada di wilayah – wilayah Jawa Timur.

“Untuk visi misi yang kami lakukan adalah, kami ingin membuat Kota Batu ini menjadi kota yang memang yang selama ini satu disebut sebagai kota seni, tetapi tidak pernah terdengar keseniannya di luar, yang ada terdengar di sekitar kota – kota sini saja,” tegasnya.

Jadi, di sini ia ingin membangun Kota Batu mengembalikan fungsi Batu menjadi kota pariwisata termasuk seni dan budaya di dalamnya.

“Otomatis kalau kita ingin menjadikan pariwisata lebih bagus, lebih besar kami harus membuat perbaikan – perbaikan selama ini. Saya melihat lima tahun yang lalu adalah sawah, dan sekarangpun saya melihat juga masih sawah. Artinya, tidak ada lerubahan yang signifikan,” tandasnya.(My).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *