Memonews.id, Kota Batu – Bertempat di Gedung Graha Pancasila Balaikota Among Tani, Dinas Pariwisata Kota Batu dan seniman Juru Pondok Seni Batu, menggelar lomba lukis bertema “Spirit of Batu”, pada Kamis, (30/5/2024).
Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kota Batu, dengan seniman Juru Pondok Seni Batu, yang bertujuan untuk mengangkat semangat dan identitas kota Batu melalui karya seni.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Drs. Arief As Siddiq, M.H menjelaskan lomba lukis ini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Batu Art Fest And Culture Heritage yang meramaikan acara Batu Bisnis Festival, yang berlangsung dari 28 Mei hingga 1 Juni 2024.
Lomba lukis bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menemukan dan mengembangkan bakat seni lukis di kalangan siswa SMP dan SMA di Batu.
“lomba lukis ini selain meramaikan acara Batu Bisnis Festival juga merupakan bagian dari Batu Art Fest And Culture Heritage.
Disamping itu, kami juga berusaha untuk mencari dan mengembangkan bakat seniman lukis dari kalangan siswa SMP dan SMA di Kota Batu,” ungkap Kadisparta Kota Batu.
Arief sapaan akrabnya menekankan, melalui lomba ini, pihaknya berharap dapat menumbuhkan minat dan apresiasi terhadap seni di kalangan generasi muda di Kota Batu.
“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memupuk kebanggaan terhadap budaya lokal dan mendorong munculnya seniman-seniman muda yang dapat membawa nama Kota Batu ke kancah nasional maupun internasional,” tutur Kadisparta Kota Batu yang dulu pernah menjabat sebagai Lurah Sisir Kota Batu.
Arief menambahkan pada Gelaran Batu Bisnis Festival 2024 ini, akan terus menampilkan kesenian Khas Kota Batu hingga Sabtu, (1/6/2024). Tidak hanya lomba lukis saja. Jangan lupa malam nanti untuk menyaksikan Hiburan Rakyat persembahan dari Ludruk Suro Aji Suryo yang akan membawakan lakon Cerita “Kabulo” pada Kamis, (30/5/2024), Pukul 18.30 WIB, sampai selesai bertempat di Balaikota Among Tani Kota Batu, hiburan ini “Gratis” tanpa dipungut biaya, ungkapnya.
Lomba lukis ini diikuti oleh 48 siswa SMP dan SMA se-Kota Batu. Para peserta diberi kebebasan untuk mengekspresikan tema “Spirit of Batu” dalam karya mereka di atas kanvas.
Juri lomba yang terdiri dari Dwi Kristanto, Fajar Junaedi, dan Yusfianto dari Juru Pondok Seni Batu, menilai karya berdasarkan kreativitas, teknik, dan kesesuaian dengan tema.
Menurut Yusfianto, tema “Spirit of Batu” ditujukan untuk menggali dan menginterpretasikan esensi kota Batu melalui perspektif para siswa. Dan hasilnya, beragam karya seni muncul, menggambarkan kekayaan alam dan budaya di Kota Batu.
“Sebagai berikut beberapa lukisan menampilkan Bantengan, yang merupakan seni tradisional khas Kota Batu, sementara yang lain menggambarkan keindahan pegunungan, taman, dan lanskap alam yang menjadi ikon kota ini,” bebernya.
Tema “Spirit of Batu” membawa makna yang mendalam. Batu, sebagai sebuah kota yang dikenal dengan keindahan alam dan budayanya, memiliki banyak aspek yang dapat diinterpretasikan dalam bentuk tema.
“Ini bukan hanya tentang menggambarkan apa yang terlihat, tetapi juga menangkap esensi dan jiwa dari kota yang mereka cintai ” tandas Sitom panggilan akrab Yusfianto.
Lomba lukis “Spirit of Batu” tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi siswa SMP dan SMA di Kota Batu, tetapi juga sebuah platform untuk mengekspresikan cinta dan kebanggaan terhadap kota mereka.
Melalui karya seni, para peserta mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Batu bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga sumber inspirasi yang kaya akan budaya dan keindahan alam.
Juara lomba lukis Batu Art Fest And Culture Heritage kelompok SMP sebagai berikut.
Juara pertama Kayla Ramadani (SMP PGRI Batu), Juara kedua dan ketiga masing-masing Nabila Saraswati (SMP Muhamadiyah 08 Batu) dan Much. Firmansyah (SMPN 1 Batu).
Kelompok lukis SMA Juara pertama Nival ZO ( SMKN 3 Batu), juara kedua dan ketiga yakni Clairine Maharayya (SMAN 1 Batu) dan Novia CBK (SMAN 1 Batu).





