Memonews.id, Kota Batu – Nama Drs. Arief Ass Siddiq, M.H asli putra daerah Kota Batu yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu itu santer jadi perbincangan halayak publik. Lantaran, sosoknya dinilai sangat layak menjadi Wali Kota Batu.
Menurut, Titik Ariyanto selaku Marketing And Public Relation Manager Jawa Timur Park Group, kinerja Arief As Siddiq tidak perlu diragukan lagi karena hasil kinerjanya sudah terlihat nyata.
“Ya, Pak Arief cukup kreatif, seperti rencana-rencana yang dibuat beliau cukup gigih dan memiliki kemauan untuk memajukan Kota Batu. Seperti rencana untuk membuat Gedung Batu Tourism Mall. Namun, beliau memang harus didukung oleh banyak komponen untuk mendukung ide-ide yang beliau miliki, mulai dari diinternal balai kota maupun support dieksternal,” terang Titik saat diwawancarai awak media, Senin (13/5/2024).
Bahkan, lanjut Titik, ide-ide Arief As Siddiq cukup bagus untuk memajukan Kota Batu.
“Juga terkait bidang pertanian, kemauan beliau untuk memajukan Kota Batu bagus. Namun, hal itu tidak bisa dikerjakan sendiri yang di mana perlu bantuan oleh banyak divisi, hal tersebut yang memang harus satu tujuan,” ungkapnya.
Dimana salah satunya sosok Putra Daerah di Kota Batu, yang dinilai layak menjadi kandidat untuk memimpin Kota Batu. Tidak diragukan lagi, karena kiprahnya di Kota Batu sudah cemerlang.
“Sebab saya menilai, sosok Arief Ass Siddiq yang notabene asli putra daerah Kota Batu sangat layak untuk memimpin Kota Batu. Itu karena. Mulai dari saat menjabat sebagai Lurah Sisir. Beliau hingga menjabat sebagai Sekcam Bumiaji, Camat Bumiaji, Camat Batu, Kadis Pertanian, Kadis PUPR. Setelah itu, beliau menjabat sebagai Kadis LH sampai menjabat sebagai Plt. Diskoperindag hingga kini menjabat sebagai Kadisparta,”tuturnya.
Ia pun berharap, ketika Arif Ass Siddiq maju menjadi B1 untuk Kota Batu jangan sampai Kota Batu kalah dengan Kota-Kota lain, yang dahulunya kota tersebut tidak memiliki apa-apa.
“Ya, seperti tidak mengerti pariwisata hingga mereka studi banding ke Kota Batu, dan akhirnya kota merekalah yang jauh lebih bagus daripada kota kita sendiri, yang notabenenya sebagai Kota Wisata,” tutur Mbak Titik sapaan akrabnya.
Ia uraikan, dahulu ada beberapa kota di Jawa Timur yang sempat studi banding ke Kota Batu, mereka ingin memodifikasi suksesnya Kota Batu. Pariwisata Kota Batu yang bagus yang ingin kotanya jadi cantik, bersih, dan indah memiliki banyak iconic.
“Hingga akhirnya kota mereka lebih bersih dibanding Kota Batu, justru malah di Kota Batu banyak pedagang kaki lima yang kurang rapi, sehingga menimbulkan terjadinya parkir sembarangan di badan jalan yang mengganggu lalu lintas,” bebernya.
“Ya, seperti trotoar yang seharusnya dipakai oleh pejalan kaki jadi kumuh, karena ada banyak pedagang kaki lima liar yang tidak terakomodasi dengan baik, trotoar di Kota Batu jadi pecah-pecah, seperti jalur pedestrian tidak terawat dengan rapi hingga perlu dibenahi, harapan kami Kota Wisata Batu menjadi indah dan nyaman saat pariwisata datang berlibur berkunjung dan akan kembali lagi menikmati Kota Batu, ” tutupnya. (My).





