Memonews.id, Kota Batu – Kepala Dinas Pariwisata Arief As Siddiq mengelar “Fashion for Anniversary Pesona Wastra Kota Batu,” adalah sebuah acara fashion show untuk merayakan Hari Jadi ke-22 Kota Batu, digelar di Graha Pancasila, Balaikota Among Tani, Kota Batu, Rabu (25/10/2023).
Acara ini merupakan agenda ke-17 dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Batu, hasil kolaborasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Batu dengan sejumlah lembaga di Kota Batu.
Kepala Dinas Pariwisata Arief As Siddiq menjelaskan, acara yang bertujuan untuk mempromosikan batik Kota Batu ini, menghadirkan sejumlah dewan juri seperti Adi Sardis, seorang desainer asli Kota Batu, Putri, seorang model Kota Batu, dan Riska Hayuni, seorang akademisi dari SMK Kota Batu. Selain itu, juga ada Iwan dari Batik Olive, Adi dari Unit Eka Mandiri, dan Ermawati dari Batik Kota Batu.
“Penilaian fashion show ini, tidak hanya mempertimbangkan keindahan baju batik yang dikenakan para peserta saja, melainkan juga keluwesan dan keceriaan para peserta yang tampil di atas panggung begitu mempesona dengan memamerkan baju batik,” jelasnya.
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Batu Ke-22 Kota Batu ini diikuti 38 perwakilan OPD dari lingkungan Pemerintah Kota Batu. Para peserta berlenggak-lenggok menampilkan kreasi Batik Khas Kota Batu dengan model dan trend kekinian. Event kali ini juga dimeriahkan talenta potensial fashion dan modelling Juara Batu Fashion Kids Model 2023.
Kami mengapresiasi, kepada seluruh peserta Fashion For Anniversary Pesona Wastra Kota Batu, berikut adalah daftar nama – nama sang juara.
Juara 1: DPMPTSP Kota Batu
Juara 2: DP3AP2KB Kota Batu
Juara 3: BKPSDM Kota Batu Juara Harapan 1: BKAD Kota Batu Juara Harapan 2: Diskominfo Kota Batu Juara Harapan 3: Bagian Prokopim Kota Batu
“Kami ucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Harapan kami semoga bisa terus mempromosikan kekayaan wastra khas Kota Batu yang mempesona ini. Kami bangga memakai Produk Wastra Kota Batu,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu.
Lanjut asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sugeng Pramono, sangat antusias dan memberi apresiasi positif atas digelarnya acara ini.
“Dengan menggabungkan unsur-unsur modern dan tradisional, Kota Batu mampu menciptakan karya-karya wastra yang memikat,” ujar Sugeng Pramono.
Sugeng juga menyampaikan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batu telah bekerja sama dengan Pemkot Batu, dalam upaya mempromosikan batik batik khas Kota Batu. Bahkan untuk mendukung kemajuan industri batik khas Kota Batu, Pemerintah Kota Batu telah mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu untuk memakai batik khas Kota Batu selama sebulan penuh sejak 2 Oktober 2023.
Bukan hanya itu, untuk mendukung gerakan sebulan berbaju batik tersebut, juga telah digelar pameran bertajuk “Gelar UMKM Batik” di Balai Kota Among Tani, pada awal bulan lalu. “Besar harapan kegiatan seperti itu bisa rutin digelar, agar penggiat wastra di Kota Batu tetap semangat dan terus berkarya serta dapat memperluas pangsa pasarnya, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” tutupnya.(Red).





