Memonews.id, Kota Batu – Semarakkan Hari Jadi ke-22 Kota Batu, ribuan masyarakat Kota Batu memadati Pasar Induk Among Tani saat “Pagelaran Wayang Kulit dan Semarak Kembang Api”, yang digelar bertempat di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, dengan menghadirkan dalang Ki Tantut Sutanto, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-22 Kota Batu, Selasa (17/10/2023) malam.
Sebagai ikon baru Kota Batu, Pasar Induk Among Tani sengaja dipilih sebagai lokasi acara tersebut. Dimana sebelumnya, upacara Hari Jadi ke-78 Provinsi Jatim dan Hari Jadi ke-22 Kota Batu juga digelar di lokasi yang sama.
Dalam acara di hadiri oleh, Pj. Wali Kota Batu, Ketua beserta Anggota DPRD Kota Batu, Forkopimda Kota Batu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu Periode sebelum 2017-2022, Sekretaris Daerah Kota Batu beserta Kepala OPD di lingkungan Pemkot Batu, LVRI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta masyarakat Kota Batu.
Wakil Ketua Panitia Hari Jadi Kota Batu, Nur Adhim, mengatakan, pagelaran wayang kulit ini menjadi agenda tahunan yang rutin digelar. Hal ini sebagai bentuk kecintaan masyarakat Kota Batu pada budaya dan kearifan lokal.
“Pagelaran wayang kulit ini sebagai bentuk kecintaan budaya dan kearifan budaya, yang kali ini akan dibawakan oleh dalang Ki Kantut Sutanto dengan lakon “Seno Tani,” kata Adhim.
Pj. Wali Kota Batu, Dr.Aries Agung Paewai,S.STP.M.M., mengungkapkan rasa syukurnya karena rangkaian Hari Jadi ke-22 Kota Batu bisa berjalan dengan baik, la berharap, dengan digelarnya pagelaran wayang kulit di Pasar Induk Among Tani ini bisa menjadi media untuk mengenalkan ikon baru Kota Batu ke masyarakat luas.
“Alhamdulillah rangkaian acara hari ini berjalan dengan sukses. Saya ingin berpesan kepada masyarakat, mari kita jaga pasar ini. Karena ini bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga masyarakat,” kata Aries.
Lanjut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu Periode 2017-2022, Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso menyampaikan Pasar Induk Among Tani merupakan proyek strategis nasional yang merupakan hasil gorong royong semua masyarakat Kota Batu.
“Kita harus menjaga dan memelihara kebersihan dan keindahannya, karena Pasar Induk Among Tani merupakan ikon dan sumber penghidupan ekonomi masyarakat Kota Batu, semoga masyarakat Kota Batu bisa lebih maju dan ekonomi bisa menjadi lebih baik lagi,” pesan Dewanti Rumpoko.
Di oleh Kadis Pariwisata Drs, Arief As Siddiq. MH., menjelaskan bahwa, berbagai rangkaian acara dilaksanakan sebelumn pagelaran wayang yaitu sebagai berikut.
“Acara ini yang dimulai dengan Campursari, Gelar Ludruk, hingga penampilan tari tradisonal. Para penonton juga disuguhkan tari pembuka Sintren Tayub Jawa Timur, dan mengajak Pj. Wali Kota Batu dan tamu undangan lainya untuk berjoget bersama dengan menikmati suasana Pasar di malam ini,” terang Kadisparta.
“Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan Launching Baju Khas Daerah Kota Batu “Sekar Bawana” yang merupakan hasil Penetapan Rekomendasi Kongres Kebudayaan Tahun 2023, yang diselenggarakan Pemerintah Kota Batu dan Dewan Kesenian Kota Batu. Kegiatan dilanjutkan dengan Pemotongan Tumpeng dan do’a bersama Ujub-ujub. Selain itu juga ditampilkan Tari Remo Sapu Jagat yang merupakan gabungan Seni Tari Wayang Topeng, Pencak Silat, Jaran Kepang, Sanduk dan Bantengan,” bebernya.
Lakon “Seno Tani” bercerita tentang perjuangan Ksatria Pandawa Seno/Bima untuk memakmurkan dan mensejahterkan rakyatnya.
Dalam kesempatan ini sekaligus di launching Baju Khas Daerah Kota Batu yaitu “Sekar Bawono” yang merupakan rekomendasi Kongres Kebudayaan Tahun 2023.(Red).





