Memonews.id, Kota Batu – Dalam hidup, masalah kesehatan sering muncul tanpa pemberitahuan. Namun, dalam setiap tantangan itu, sering kali muncul semangat kebersamaan yang mendukung. Inilah hal yang saat ini menyelimuti Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Batu, setelah ketuanya, Dodik Supriyanto, atau lebih dikenal dengan sapaan Cak Yan, yang sedang mengalami sakit mendadak.

Informasi mengenai kondisi Cak Yan cepat menyebar di antara anggota KPJ, sebuah kelompok seniman jalanan yang dikenal dengan keramahan dan sambutan hangat di Kota Batu. Kekhawatiran mereka bercampur dengan keinginan untuk memberikan dukungan secepatnya.

Di tengah kesibukannya, seorang teman dan pembina KPJ, Thomas Maydo, menjadwalkan kunjungan ke rumah sakit untuk melawat. Kunjungan ini bukan hanya formalitas. Thomas Maydo, yang juga menjabat sebagai Camat Bumiaji, datang dengan niat tulus seperti seorang sahabat.

“Ini adalah tanda rasa kekeluargaan kita. KPJ tidak sekadar organisasi, melainkan sebuah keluarga. Ketika ada anggota kami yang sakit, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk hadir dan memberi semangat,” ujar Thomas Maydo saat ditemui di rumah sakit, pada Sabtu malam (27/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Camat Bumiaji juga menekankan bahwa dukungan kepada anggota KPJ merupakan bentuk komitmen nyata, baik sebagai pembina maupun sebagai bagian dari pemerintah kecamatan yang bertugas membantu masyarakat.

“Mereka (anggota KPJ) adalah aset sosial dan budaya Kota Batu. Mereka memberi warna pada kota dengan seni, serta mendatangkan senyum bagi wisatawan. Maka, dalam situasi seperti ini, kita seharusnya saling membantu. Kepedulian sosial adalah dasar kebersamaan kita sebagai warga Bumiaji dan Kota Batu,” imbuhnya dengan nada rendah hati.

Kunjungan ini menjadi sumber semangat tidak hanya bagi Cak Yan, tetapi juga bagi seluruh anggota KPJ yang hadir. Mereka menyaksikan bagaimana sosok pembina mereka menunjukkan kehadiran secara manusiawi, melampaui batas-batas birokrasi, dan membuktikan bahwa seni dan kemanusiaan dapat berjalan bersama.

Sementara itu, Cak Yan yang terbaring lemah juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pembina dan anggota KPJ Kota Batu.

“Saya merasa tersentuh dengan perhatian dari Mas Thomas dan semua teman-teman di KPJ. Doa dan dukungan ini adalah obat terkuat bagi saya,” tuturnya.

Ketua KPJ Kota Batu, Cak Yan juga memiliki pesan untuk seluruh anggotanya, agar terus menjaga kebersamaan dan menciptakan karya serta menyanyikan lagu-lagu yang dapat menghibur kota tercinta. Jangan biarkan semangat ini padam, saya yakin dengan gotong royong, KPJ akan semakin kuat.

“Peristiwa ini menunjukkan lebih dari sekadar kunjungan. Ini adalah catatan penting tentang nilai-nilai kebersamaan dalam komunitas seni. KPJ Kota Batu, yang dikenal dengan lagu-lagu di berbagai sudut kota dan tempat wisata, ternyata menyimpan hubungan yang lebih dalam, yaitu hubungan persaudaraan yang saling mendukung dalam suka dan duka,” jelas Cak Yan.

Dalam pandangan yang lebih luas, tindakan yang diambil oleh Camat Bumiaji juga memberikan pendidikan mengenai kepemimpinan yang inklusif dan berempati. Seorang pemimpin seharusnya tidak hanya muncul dalam pertemuan resmi, tetapi juga terlibat langsung untuk merasakan kehidupan masyarakatnya, termasuk para seniman jalanan yang sering kali berada di garis depan interaksi dengan masyarakat, meskipun mereka kadang-kadang menghadapi kerentanan sosial dan ekonomi.

“Dukungan ini dapat mendorong semangat anggota KPJ lainnya untuk terus memberikan kontribusi melalui seni, dengan keyakinan bahwa mereka memiliki perlindungan dan perhatian dari sekitar. Cerita tentang solidaritas ini mengingatkan kita bahwa di balik kegaduhan kehidupan Kota Batu, ada aspek kemanusiaan yang terus hidup dan dijaga oleh rasa peduli satu sama lain,” pungkasnya. (*).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *