Memonews.id, Kota Batu – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 8 Kota Batu, yang beralamatkan di Jalan Welirang, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, berhasil meraih gelar Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia (RI), di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Kamis (11/12/2025) kemarin.
Setelah di tetapkannya hasil penilaian sekolah yang dinilai telah memenuhi kriteria dari KLH RI, dalam menerapkan budaya kebersihan serta peduli terhadap lingkungan di sekolah.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8, Windra Rizkiyana menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima oleh sekolah kami, sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan dalam mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Sehingga mendapatkan dukungan dari semua pihak agar program ini bisa terlaksana dengan baik dan berhasil untuk meraih sertifikat penghargaan Adiwiyata.
“Sebelum mendapatkan penghargaan Nasional, kami sudah melalui proses dari tingkat Kota hingga Provinsi. Setelah dari tingkat Provinsi kita menuju ke tingkat Nasional dan kita selalu di dampingi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu,” tutur Windra saat di temui awak media, pada Selasa (16/12/2025).
Tak hanya itu, Windra Rizkiyana juga menjelaskan penghargaan Adiwiyata Nasional ini bukan sekedar pengelolahan sampah secara mandiri, yang terpenting adalah masalah perilaku hidup bersih dan sehat serta tidak membuang sampah secara sembarangan.
“Jadi, dalam penilaian penghargaan Adiwiyata tersebut dikemas menjadi satu seperti pengelolahan sampah, penghijauan, kebersihan, sanitasi, dan kesehatan,” jelasnya.
Selanjutnya, untuk masalah sampah dari tahap pertama kita melakukan pemilahan sampah dimana tempat sampah tersebut terdiri dari tiga unsur seperti Organik, Anorganik dan B3, untuk pengelolahan sampah kami bekerja sama dengan TPS3R Kelurahan Sisir. Kemudian kami juga ada gerakan 3R yaitu Mengurangi (Reduce), Menggunakan ulang (Reuse) dan Mendaur ulang (Recycle), setelah itu ada beberapa barang yang bisa didaur ulang serta di manfaatkan untuk pembelajaran hingga kreatifitas di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, sampai sekarang ada salah satu komunitas eco enzyme Kota Batu datang ke sekolah, guna membantu pembuatan eco enzyme berupa sabun, hand sanitizer dan disinfektan,” ungkapnya
Tidak hanya di bantu pembuatan saja, kami juga mempraktikkan ke Sekolah Dasar (SD) yang ada di sekitar kita. Sehingga ada yang menjadi mitra kami sebagai pembelajaran tentang pengelolahan sampah.
“Harapannya, penghargaan Adiwiyata Nasional ini bukan sekedar mendapatkan sertifikat akan tetapi dua tahun kedepan, kita bisa menuju ke tingkat Adiwiyata Mandiri,” tandas Windra Rizkiyana.(*)





