Memonews.id, Kota Batu- Untuk memeriahkan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, dan dalam rangka memperingati Hari Lahirnya Kejaksaan Republik Indonesia ke-80, Kejaksaan Negeri Batu berkerja sama dengan Pemerintah Kota Batu, melalui Dinas Pariwisata Kota Batu, menggelar lomba Nembang Macapat Idol Lima. Diikuti oleh 58 peserta Sekolah Dasar se-Kota Batu. Kegiatan berlangsung di Halaman Kejaksaan Negeri Batu, Jalan Sultan Agung No. 07, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Sabtu (30/8/2025).
Dalam pembukaan lomba Nembang Macapat Idol Lima tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu Nurochman, S.H.,M.H., Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, S.H.,M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Batu Dr. Andy Sasongko, S.H., M.H., Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto, S.Sos., MM., dan Forkopimda.
Dalam sambutannya Walikota Batu, menyampaikan apresiasinya atas digelarnya perlombaan Nembang Macapat ini sebagai kebanggaan tersendiri dari kebudayaan leluhur yang akan lantunkan dalam perlombaan di tingkat SD dan MI se-Kota Batu.
“Alhamdulillah, hari ini atas nama Pemerintah Kota Batu, saya sangat mengapresiasi dan bangga, tas di selenggarakan perlombaan nembang macapat idol ini di kantor kejaksaan negeri batu karena kegiatan ini salah satu kebanggaan kita semua terhadap pesona kebudayaan Indonesia kita, merupakan kekayaan budaya dengan menyampaikan puisi dengan bahasa jawa, yang penuh arti dan sebagai media dakwa kepada masyarakat yang penuh filosofi dan pesan moral dengan menceritakan kehidupan kita semua, tentunya Pemerintah Kota Batu akan memberikan dukungan sepenuhnya atas kegiatan seperti ini,” terangnya.
Dalam sambutannya Kepala Kejaksaan Negeri Batu Dr. Andy Sasongko, S.H., M.H., juga menjelaskan bahwa di Hari Lahirnya Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, maka Kejaksaan Negeri Batu melalui rangkaian lomba nembang macapat award ini dapat melestarikan kebudayan bangsa juga sebagai warisan kebudayaan bangsa yang harus di jaga dan dilestarikan.
“Yang artinya, adalah lomba untuk melagukan puisi tradisional Jawa, yang memiliki aturan ketat mengenai jumlah baris (gatra), jumlah suku kata per baris (guru wilangan), dan bunyi akhir setiap baris (guru lagu), macapat itu sendiri mengandung ajaran moral dan filosofis kehidupan, dan dibagi menjadi 11 jenis seperti Maskumambang, Mijil, dan Kinanthi, dengan masing-masing jenis melambangkan tahapan hidup manusia, tujuan dari kegiatan ini agar generasi penerus tetap menjaga dan melestarikan nilai – nilai luhur dari budaya Infonesia dan juga untuk media dakwa menyampaikan nasihat bijak, nilai-nilai moral, dan pelajaran hidup kepada masyarakat, terutama kaum muda,” tuturnya.
Kajari Batu menambahkan bahwa dengan di gelarnya acara ini, kita menjaga kelestarian leluhur.
“Dengan rahmat Allah, tuhan yang maha esa, Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan dan kekeluargaan guna memperingati hari lahirnya Kejaksaan Republik Indonesia ke-80, melalui acara macapat award, acara ini menjadi istimewa karena selain menjadi momentum, memperkokoh pengabdian kesejahteraan untuk masyarakat, kita juga mendengungkan komitmen menjaga kebudayaan bangsa, dan macapat adalah warisan adiluhung, penuh pitutur luhur yang mengajarkan nilai moral, etika budi pekerti, dan nilai itulah yang akan sesusai tugas mulia Kejaksaan Negeri Batu, menegakkan hukum dengan hati nurani, mengedepankan keadilan sosial serta melindungi kepentingan masyarakat, sedangkan macapat bukan sekedar tembang melainkan cermin perjalanan kehidupan manusia dari lahir sampai meninggal dunia, melalui Macapat Idol Lima ini kita belajar bahwa hukum tidak boleh kering dari nilai kemanusiaan, hukum harus menyatu dengan kebudayaan adat dan kearifan lokal, dengan demikian Kejaksaan Negeri Batu dapat semakin kuat dalam mengabdi serta semakin dicintai oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto, S.Sos., MM., dalam kesempatannya disela – sela berjalannya acara lomba Nembang Macapat Idol 5 menegaskan kalau penilaian dalam lomba ini di bagi beberapa kategori dan kegiatan macapat untuk tahun ini di fokuskan pada tingkat SD dan MI.
” Ya, untuk lomba macapat ini memang ada beberapa kategori penilaiannya, pertama penilaian tergantung ( tangga nada atau susunan) atau larasinya, tembangnya, juga kostum dari keselarasannya, dari lomba ini memperebutkan juara 1,2 da 3 serta pemenangnya akan mendapatkan hadiah berupa uang binaanbinaan dan tropi serta sertifikat, untuk tahun ini memang berfokus pada tingkat SD dan MI saja,” beber Kadisparta Kota Batu yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Kominfo Kota Batu.
Masih kata Onny sapaan akrabnya, dalam Lomba Nembang Macapat mengatakan untuk tahun depan akan di tambah lagi peserta dari anak SMP dan SMA.
“Untuk tahun depan kita akan tambahkan ditingkat SMP dan SMA ya,” ujarnya.
Dengan di gelarnya acara Lomba Nembang Macapat ini, supaya tetap melestarikan budaya yang di mulai dari kaum muda, seperti anak-anak SD.
“Acara ini, sudah tahun kelima tujuanya untuk regenerasi, agar pelestarian budaya yang sekarang sudah mulai diminati oleh anak – anak SD, dan bahkan sudah banyak yang diarahkan oleh guru – gurunya yang sudah kita latih juga tiga hari yang lalu, semoga harapan kita kegitan macapat ini semakin berkembang di masyarakat dan generasi – generasi muda berikutnya,” tutup Kadisparta Kota Batu Onny Ardianto.(*).





