Memonews.id, Kota Batu – Dalam rangka selamatan Desa Mojorejo, masyarakat desa menggelar Kirap Tumpeng dengan tema “Satata Tuwun Ngrembaka”. Kegiatan ini merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kepala Desa Mojorejo, Rujito, menyampaikan bahwa tema “Satata Tuwun Ngrembaka” memiliki makna yang mendalam. “Satata” berarti harmoni, sedangkan “Tuwun Ngrembaka” berarti tumbuh berkembang. Tema ini menggambarkan harapan masyarakat Desa Mojorejo untuk hidup harmonis dan berkembang.

“Kirap Tumpeng merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan dalam rangka selamatan Desa Mojorejo. Tumpeng yang dibawa dalam prosesi ini memiliki makna sebagai simbol kesyukuran atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” terang Rujito, pada Kamis (17/7/2025).
Menurut Rujito, dalam kegiatan Kirap Tumpeng ini, masyarakat Desa Mojorejo bergotong royong untuk mempersiapkan dan melaksanakan prosesi.

“Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antar masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya gotong royong dan kerja sama,” ujar Rujito.
Camat Junrejo, Parman, menyampaikan apresiasi dan sangat mendukung rangkaian kegiatan selamatan Desa Mojorejo, salah satunya Kirap Tumpeng.
“Acaranya tadi sangat luar biasa di dalam juga saya apresiasi sama Pak Kades dan jajaran panitia. Hal ini menarik, rangkaian Kirap Tumpeng itu bentuk wujud syukur,” terangnya.

Parman menambahkan bahwa acara Kirap Tumpeng ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin terdahulu.
“Acara tata benar-benar mengena karena ada seni, tata krama, etika perwakilan masyarakat menyampaikan bentuk pengabdiannya kepada Pemerintah Desa,” tandasnya. (*)





