Memonews.id, Kota Batu  –  Sesuai tahapan pelaksanaan pilkada serentak 2024, dan debagai pihak penyelenggara pemilu , menjelang masa tenang KPU kota Batu terus melakukan kegiatan sosialisasi Kali ini, KPU Kota Batu bekerjasama dengan forum Inklusi Kota Batu ( FIK ) menggelar sosialisasi tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota serta Gubernur dan Wakil Gubernur bagi teman – teman  penyandang disabilitas di Hotel Samara Jalan Imam Bonjol Bawah No.17B, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu,  pada Kamis ( 14/11/2024 ).


Untuk tujuan memaksimalkan partisipasi seluruh masyarakat dalam Pilkada serentak 2024, Anggota KPU Kota Batu Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Ahmad Kholil Almansur menjelaskan dalam menghadapi tahapan pemilu yang semakin padat, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dituntut untuk semakin kreatif dan inovatif. Penyampaian informasi kepemiluan dan pendidikan pemilih juga harus semakin masif kepada masyarakat.


“Ya, untuk tujuan hari ini yang kita sosialisasikan tahapan – tahapan Pilkada kepada Forum Inklusi, ini salah satu agenda Sosdiklih Parmas dan SDM, dari 6 kegiatan yang sudah diagendakan, kita akan maksimalkan sosialisasi dan juga memaksimalkan partisipasi seluruh masyarakat , artinya semua Stakeholder (pihak atau kelompok yang memiliki kepentingan dalam suatu organisasi, proyek, atau keputusan) terkait Organisasi masyarakat yang kita sasar untuk sosialisasilan tahapan – tahapan Pilkada 2024,” terang Mas Kholil panggilan akrabnya kepada awak media.


Ia juga memaparkan kegiatan sosialisasi ini di ikuti oleh teman – teman Difabel dan pendaping se-Kota batu.


“Ini undangan yang kita share berjumlah sekitar 150 undangan yang kita bagikan di setiap sekolah SLB dan seluruh teman – teman Disabilitas se-Kota Batu, dan untuk terkait teknis di hari-H untuk yang tidak bisa melakukan pencoblosan  sendiri  bisa didampingi orang terdekatnya atau keluarganya atas persetujuan KPPS,” papar Mas Kholil.


Ahmad Kholil Almansur berharap partisipasi dari teman – teman Difabel bisa terpenuhi seperti ditahun senelumnya.


“Ya, mudah – mudahan di tahun ini teman – teman Difabel bisa mendapatkan haknya yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya yang sudah baik,” tandasnya.

Mardi Setyaningsih, selaku Ketua Forum Inklusi Kota Batu, menekankan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga lainnya untuk berpartisipasi dalam dunia politik, termasuk hak memilih dan dipilih dalam ajang Pilkada. Dalam sesi dialog bersama komisioner KPU Batu, Mardi menyampaikan harapannya agar kelompok disabilitas mendapat sosialisasi yang setara dalam tahapan Pilkada, sama seperti masyarakat umum lainnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya inklusivitas dalam politik agar suara kelompok yang seringkali terpinggirkan ini dapat turut menentukan masa depan kepemimpinan di Kota Batu.


“Agar penyandang disabilitas dapat menggunakan hak pilihnya secara mandiri dan aman, Mardi mengusulkan beberapa langkah konkret. Salah satu yang ditekankan adalah ketersediaan surat suara dalam huruf Braille bagi pemilih tunanetra, sebagaimana telah diterapkan pada Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif sebelumnya. Selain itu, ia juga menyarankan agar tempat pemungutan suara (TPS) dilengkapi dengan kursi roda dan pendamping dari petugas KPPS yang siap membantu pemilih disabilitas untuk masuk ke bilik suara,” bebernya.


“Ketua Forum Inklusi Kota Batu Mardi Setia Ningsih mengapresiasi kegiatan ini dan memberikan suport, semangat kepada teman – teman Difabel ( Difabel punya hak yang sama (aku, kamu, kita setara),” tutupnya. (*).

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *