MemoDesa

Terkait Klaim Sepihak PT Masmindo Dwi Area Atas Hak Ulayat, Masyarakat Adat Kande Api dan Aman TL Lakukan Koordinasi

MEMONEWS.ID, LUWU —- Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu koordinasi dan konsultasi bersama Masyarakat Adat Kande Api Rante Balla Kecamatan Latimojong Kaupaten Luwu, Kamis, (9/9/2021).

Koordinasi dan konsultasi tersebut terkait Tanah Ulayat Kande Api yang dikonsesi secara sepihak oleh perusahaan tambang PT Masmindo Dwi Area.

Diskusi yang berlangsung di Desa Seriti, Kabupaten Luwu itu dihadiri langsung Ketua BPH AMAN Tana Luwu, Bata Manurun, Parengnge Kande Api dan masyarakat Adat Kande Api.

Dalam koordinasi tersebut, Parengge Kande Api, Edy Lembangan dan Masyarakat Adat Kande Api sangat menyayangkan tindakan PT Masmindo Dwi Area yang secara sepihak mengklaim tanah ulayat mereka.

“Kami Masyarakat Adat Kande Api menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan terkait tanah ulayat mereka dijadikan wilayah konsesi dari perusahan Tambang, karena tanah yang ada dalam wilayah konsesi PT MDA merupakan hak turun temurun yang mesti di jaga, bahwa dengan menjual atau melepas tanah mereka dengan kontrak kepada perusahaan itu telah mencederai leluhur mereka” kata Edy Lembangan

Lebih lanjut Edy Lembangan menjelaskan akan mendesak pemerintah kabupaten Luwu agar segera mengakui dan melindungi Hak-hak masyarakat Adat Kande Api

“Dengan adanya aktivitas pertambangan di Wilayah Adat Kande Api, Pemerintah Kabupaten Luwu harus segera mengakui dan melindungi hak-hak Masyarakat Adat Kande Api utamanya hak atas tanahnya dan Masyarakat adat kande Api Rante Balla, adalah komunitas adat yg berada di Tana Luwu jauh sebelum negara Indonesia ada” Lanjutnya

Senada dengan itu, Bata Manurun selaku Ketua BPH Aman Tana Luwu, Pemerintah Kabupaten Luwu seharusnya lebih memilih masyarakat ketimbang perusahaan tambang yang tidak berpihak pada masyarakat sekitar tambang dan masyarakat adat

“hak-hak masyarakat adat kande api harus di hormati, diakui dan di lindungi oleh negara dan semua pihak., seharusnya Pemerintah Kabupaten Luwu lebih mementingkan kepentingan masyarakat adat bukan kepentingan Tambang” Ucap Bata Manurun.

“Adapun hasil dari konsultasi yang di gelar akan ditindak lanjuti lebih luas untuk mempertahankan tanah ulayat Masyarakat Adat Kande Api dari ekspansi pertambangan sehingga tanah ulayat diperuntukan sebagaimana mestinya dalam aturan adat” Tutup Bata Manurun (Aman/Isn)

judul gambar
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

judul gambar

Memo Popular

judul gambar
To Top