MemoHealthy

Punya Efek Samping, BPOM ; Vaksin Nusantara Bermasalah

Photo : net

MEMOHEALTHY, JAKARTA —- Vaksin Nusantara yang digagas Terawan, eks Menteri Kesehatan dianggap bermasalah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala BPOM Penny Lukito pada Selasa (13/4/2021) mengatakan Dalam laporan hasil uji klinis terhadap vaksin Nusantara yang digelar pada 23 Desember sampai 6 Januari di RSUD Kariadi Semarang terhadap 28 subjek mencatat sebagian besar relawan mengalami kejadian tak diinginkan mulai dari level ringan, sedang, hingga berat.

“Sebanyak 20 dari 28 subjek (71.4%) mengalami Kejadian yang Tidak Diinginkan, meskipun dalam grade 1 dan 2,” kata Penny Lukito

Efek samping yang dirasakan antara lain, nyeri lokal, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri kepala, penebalan, kemerahan, gatal, petechiae (ruam bintik-bintik kecil), lemas, mual, demam, batuk, pilek dan gatal. Jika dibandingkan dengan efek samping pada vaksin Sinovac, hanya dilaporkan sekitar 0,1 persen-1 persen pada uji klinis fase 3. Seluruh subjek mengalami Kejadian yang Tidak Diinginkan (KTD) pada kelompok vaksin dengan kadar adjuvant 500 mcg dan lebih banyak dibandingkan pada kelompok vaksin dengan kadar adjuvant 250 mcg dan tanpa adjuvant. Di luar 20 subjek tersebut, terdapat 6 subjek penelitian yang mengalami efek samping derajat berat. Sebanyak 1 subjek mengalami hipernatremi, 2 subjek mengalami peningkatan Blood Urea Nitrogen (BUN) dan 3 subjek mengalami peningkatan kolesterol.

“Kejadian yang Tidak Diinginkan grade 3 merupakan salah satu pada kriteria penghentian pelaksanaan uji klinik yang tercantum pada protokol uji klinik, namun berdasarkan informasi Tim Peneliti saat inspeksi yang dilakukan Badan POM, tidak dilakukan penghentian pelaksanaan uji klinik dan analisis yang dilakukan oleh Tim Peneliti terkait kejadian tersebut,” Tutupnya (Sumber Tirto.id)

judul gambar
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

judul gambar

Memo Popular

judul gambar
To Top