MemoTravel

Istana Langkenae, Wisata Budaya dan Religi di Kota Palopo

Lokasi: Jl. Landau No.18, Batupasi, Kec. Wara Utara, Kota Palopo.

Foto : Palopokota.go.id

MEMOTRAVEL, PALOPO — Ayo ke Kota Palopo, Wisatawan tidak hanya dimanjakan dengan pesona alam ataupun kulinernya semata. Tana Luwu (Palopo) dikenal dengan kebudayaan yang beragam, dan salah satunya bisa ditemukan disini. Sempatkan diri untuk mengunjungi tempat wisata sejarah bernama istana Langkanae Luwu. Mari simak ulasan singkat berikut.

Sejarah Singkat Tentang Istana Langkanae Luwu

Bangunan Tua nan cantik yang berpusat di kota Palopo ini, telah dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1920 an di atas tanah bekas Saoraja. Sebelumnya bangunan ini terbuat dari kayu dan dihiasi dengan tiang berjumlah 88 buah, yang dibangun pula dengan gaya arsitektur khas Eropa. Sayangnya bangunan unik tersebut kemudian diratakan tak bersisa oleh Pemerintahan Belanda yang tengah berkuasa saat itu.

Tidak jauh dari bangunan istana ini, dibangun pula miniatur Saoraja dan dilengkapi dengan Monumen Perjuangan Rakyat Luwu di bagian depan istana. Monumen berbentuk patung tangan yang tengah memegang badik terhunus ke arah langit. Keberadaan monumen tersebut, seakan menambahkan nuansa sejarah didalamnya.

Dahulunya bangunan istana ini difungsikan sebagai pusat pemerintahan dari Kerajaan Luwu. Namun, Seiring berjalannya waktu, istana yang penuh cerita sejarah ini-pun dialih fungsikan menjadi museum, dialih-fungsikan untuk mengenang segala perjuangan pahlawan sekaligus melestarikan kebudayaan Kerajaan Luwu.

Perlu diketahui bahwa istana Luwu ini dibagi menjadi dua bangunan yang terdiri dari Langkanae dan Salassae. Langkanae bisa diartikan sebagai istana, yang ini sudah dijadikan sebagai cagar budaya buatan. Ingatkah dengan cerita istana istana ini diratakan dengan tanah ? Benar, cagar buatan Belanda ini memang untuk menggantikan Langkane yang dulu. Bukan tanpa maksud, Langkane ini dibangun untuk kedatuan saat Langkane terbakar.

Menurut sejarahnya, Langkane atau rumah adat Langkane ini disebut sebagai saksi dari masa Kejayaan Kerajaan Luwu. Termasuk sebagai bangunan bersjarah, pengunjung yang berniat mengintip keindahan bangunan bagian dalam diwajibkan untuk melepaskan alas kaki terlebih dahulu. Sejak mengintipnya dari pintu luar, Anda akan dibuat takjub lantaran bangunan ini tetap berdiri kokoh nan gagah hingga saat ini.

Bangunan Lengkane dibangun menggunakan kayu saja tanpa adanya tambahan material bangunan lainnya sebagai penompang. Semakin dalam memasuki bangunan, Anda bisa melihat ruangan berukuran besar yang diperkirakan mampu menampung ribuan orang sekaligus.

Ruangan lapang tersebut dibangun dengan maksud sebagai tempat Tudang Sipulung, yang biasa digunakan untuk membicarakan berbagai masalah terkait kerajaan maupun rakyatnya. Tepat di bagian tengah bangunan terdapat dua kamar yang cukup luas, dan diperkirakan sebagai tempat beristirahat bagi datuk dan raja. Di bagian belakang bangunan sendiri, terdapat dua kamar yang berukuran lebih kecil dari kamar di bagian tengah.

Sedangkan bangunan kedua yang diberi nama Salassae, disebut sebagai tempat pertemuan dan perjamuan bagi seluruh tamu istana. Dikala memasuki istana, pengunjung bisa melihat aneka benda pusaka yang tentunya memiliki nilai sejarah tinggi. Beberapa benda pusaka tersebut terdiri dari lemari kaca dan sertifikat Pahlawan Nasional RI untuk almarhum Andi Jemma. Sertifikat tersebut bahkan telah ditandatangani Presiden Megawati Soekarno Putri tahun 2004 silam.

Masih di tempat yang sama, Anda juga bisa melihat sepasang boneka manekin yang tengah berpakaian pengantin khas Luwu dan pelaminan khas adat setempat. Tak jauh dari tempat manekin dipamerkan, terdapat silsilah dari 23 generasi Pajung e ri Luwu ( pohon keluarga dari raja Luwu ) terpampang rapi. Bahkan pengunjung juga bisa melihat karya legendari dari Batara Guru tengah tepampang di depan mata.

Di tempat ini pula, pengunjung bisa melihat langsung senjata pusaka berupa keris. Sedikit bergeser kembali, terlihat beberapa benda pusaka lainnya yang tak kalah menarik untuk dilihat. Benda pusaka tersebut terdiri dari guci, keramik, piring antik, alat musik kecapi, dan bosara sebagai tempat penyimpanan panganan tradisional yang semuanya terletak di dalam lemari kaca. Diletakkan di wadah khusus, menandakan bila pengunjung tak bisa menyentuhnya sembarangan.

Bahkan disini Anda bisa melihat susunan para Raja Kedatuan Luwu yang terpampang rapi telah menghiasi dinding. Jika istana pada umumnya memberikan peninggalan berupa mahkota, maka peninggalan dari istana Luwu berupa Besi Pakka dan Bunga Waru. Uniknya lagi, peninggalan tersebut hanya dikenakan oleh sang datu yang menjadi simbol Dewata Matenruliwawo. Peninggalan unik yang tidak ditemukan di tempat lain, ada baiknya dijaga dengan baik.
Meski tampak luas di bagian depan, nyatanya istana ini tidak terlalu luas seperti yang dibayangkan pada awalnya. Sebab di dalamnya hanya terdiri dari tiga ruangan serta lobi yang kini telah difungsikan sebagai museum. Namun luas per ruangannya juga tidak bisa dibilang sebagai rumah hunian biasa, karena memang dahulunya sempat ditempati oleh beberapa Raja untuk memimpin rakyatnya.

Rute Menuju Lokasi Istana Langkanae Luwu

Kawasan wisata ini berada tempat di tengah pusat perkotaan, sehingga cukup mudah untuk bisa mengaksesnya. Karena mudahnya akses menuju lokasi wisata, tamu dari jauh pun bisa datang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum yang sudah disediakan. Dimana pusat Kerajaan Luwu saat ini, masuk dalam salah satu kota kelas menengah yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.

Ketika mendapati kesulitan menemukan lokasi wisata, silahkan bertanya kepada masyarakat sekitar yang tidak sengaja ditemui. Jika diperlukan, tidak ada salahnya meminta bantuan untuk diantarkan ke lokasi wisata. Setelah meminta tolong, jangan lupa ucapkan terima kasih dengan senyum tulus. Selain itu, Anda juga bisa mengandalkan smartphone kesayangan untuk menginstall aplikasi penunjuk arah.
Agar tidak tersesat di jalan, Anda bisa menggunakan Masjid Jami’ sebagai patokannya. Pasalnya masjid bersejarah tersebut berlokasi tak jauh dari istana berdiri, sehingga memudahkan untuk menemukannya. Tampilannya pun cukup unik, dimana keseluruhan dindingnya dibuat menggunkan batu dan hanya disusun saja. Dengan tampilannya tersebut, dijamin membuatnya tampak mencolok daripada bangunan lainnya.

Usai berwisata ke istana bersejarah satu ini, tidak ada salahnya mengunjungi masjid Jami’ sekaligus. Daerah ini tampaknya bisa menjadi surga tersendiri bagi para pecinta wisata sejarah, sehingga tak cukup rasanya jika hanya mengunjungi satu tempat saja. Selama berwisata ke tempat bersejarah ini, jangan lupa untuk tetap menjaga sikap dan tidak membuang sampah sembarangan.

Penggemar wisata sejarah tampaknya sayang jika melewatkan wisata di Palopo satu ini. Menjadi bagian dari sejarah masyarakat Indonesia, yang mana memiliki gaya arsitektur khas Eropa. Meski kini hanya berupa miniatur, banyak pengunjung yang datang berkunjung untuk melihat keindahan dan merasakan nuansa sejarahnya yang masih kental. Karena termasuk cagar budaya yang dilestarikan, pastikan untuk tidak melakukan tindakan ceroboh ketika berkunjung kesana.

Sumber Berita : Istana Langkanae Luwu, Tujuan Wisata Sejarah Terbaik di Palopo

Istana Langkenae, Wisata Budaya dan Religi di Kota Palopo
judul gambar
1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

judul gambar

Memo Popular

judul gambar
To Top