Memonews.id, Samarinda- Senin (3/3/2025) bertepatan dengan 3 ramadhan 1446 H., Rombongan Kesultanan dan adat Paser yang ada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (KIPP-IKN) berkunjung ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman (FISIP-UNMUL).
Kehadiran mereka disambut langsung oleh Dr. Finnah Furqoniah, M.Si (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dan A. Ismail Lukman, M.A (Ketua Program Studi Pembangunan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) di ruang rapat Dekanat, Lt 2, FISIP-UNMUL (Senin, 3 Maret 2025).
Dalam sambutannya Dr. Finnah Furqoniah, M.Si (Dekan FISIP-UNMUL) menyambut dengan riang gembira kehadiran rombongan kesultanan dan adat Paser yang telah meluangkan waktunya untuk mengunjungi FISIP-UNMUL. “selamat datang rombongan kesultanan dan adat Paser selaku tamu agung kami di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman” (Dekanat, Fisip-Unmul, Senin/3/3/2025).
Lebih lanjut, Dr. Finnah Furqoniah, M.Si menjelaskan bahwa Perguruan Tinggi dalam hal ini Universitas Mulawarman memiliki tiga tugas utama yang termaktub dalam Tridharma Perguruan Tinggi.
“ada tiga pilar utama dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu: Pendidikan, penelitian, dan pengabidian kepada masyarakat. Melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kami di FISIP-UNMUL bisa berkontribusi untuk membangunan masyarakat adat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, Ibu Kota Nusantara (KIPP-UNMUL)” (Senin/3/3/2025).
Dr. Finnah Furqoniah, M.Si mengapreasiasi semangat Kesultanan, adat dan masyarakat adat Paser yang terbuka untuk berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi, khususnya Program Studi Pembangunan Sosial, FISIP-UNMUL.
“kami mengapreasi Kesultanan, adat, dan masyarakat adat Paser yang terbuka berkolaborasi dengan Fisip-Unmul. Insya Allah Fisip melalui program studi Pembangunan social akan melakukan pengabdian kepada masyarakat di wilayah adat Paser” (Senin/3/3/2025).
Sementara itu, A. Ismail Lukman, M.A (Ketua Program Studi Pembangunan Sosial) juga mengapreasiasi kesediaan dan keterbukaan Kesultanan, adat dan masyarakat adat Paser untuk bekerjasama dengan Program Studi Pembangunan Sosial, FISIP-UNMUL.
“program studi Pembangunan social memiliki 3 visi keilmuan, yaitu: pemberdayaan masyarakat, Kebijakan Sosial, dan Tata kelola CSR” (Ismail, 3/3/2025).
Belaiu juga sangat mengapresiasi kolaborasi Kesultanan, adat dan masyarakat adat Paser dengan Prodi Pembangunan Sosial FISIP-UNMUL “melalui program Merdeka belajar kampus Merdeka (MBKM) prodi Pembangunan social bersedia melakukan kegiatan pendampingan di wilayah inti kesultanan, adat dan masyarakat adat Paser di sekitan IKN” (Ismail, 3/3/2025).
Sultan Paser, Yang Mulia Aji Muhammad Jarnawi, yang bergelar Sultan Muhammad Ibrahim Alamsyah III, menyambut baik Kerjasama Prodi Pembangunan Sosial FISIP-UNMUL dengan Kesultanan, Adat, dan Masyarakat Adat Paser.
“kami yang tegabung dalam kesultanan Paser sangat terbuka kepada semua pihak yang ada di Nusantara. Kami sangat butuh bantuan Perguruan Tinggi untuk bersama-sama dengan kami membangun eksistensi adat yang ada di sekitar IKN” (Sultan Paser, Senin/3/3/2025 di Hotel Grand Verona, Samarinda).
Lebih lanjut, Sultan Paser menjelaskan perlunya warisan budaya dan kearifan local masyarakat adat Paser diakui secara resmi oleh pemerintah.
“kita berjuang agar setiap wilayah di IKN memiliki ciri khas budaya masyarakat Paser. Seperti: jalan, Pelabuhan, Gedung, dan seterusnya memiliki unsur budaya masyarakat Paser. Misalnya dari sisi Bahasa, penamaan jalan memadukan Bahasa paser dengan Nusantara” (lanjut, Sultan Paser, Senin, 3/3/2025 di Hotel Grand Verona, Samarinda).
Kerabat Kesultanan Paser, Supian Nur juga menjelaskan bahwa Pembangunan social Fisip-Unmul perlu melakukan kegiatan penelitian tentang asal-usul kesultanan paser yang nantinya akan dibukukan.
Buku tersebut bisa menjadi warisan pembelajaran bagi generasi Kesultanan Paser dan juga warga Nusantara dari Sabang-Merauke. “kami butuh bantuan dosen-dosen Pembangunan social Fisip-Unmul untuk melakukan kegiatan penelitian tentang Sejarah, budaya, maupun asal-usul kesultanan paser.
Nanti bisa kita jadikan buku agar semua warga Nusantara bisa belajar tentang kearifan local kesultanan paser” (Kerabat Kesultanan, Senin. 3/3/2025 di Hotel Grand Verona, Samarinda).
Dosen Pembangunan social, Anif Muchlasin mengutip strategi kolaborasi Pembangunan yang dilakukan oleh Kesultanan Yogyakarta dalam bentuk “5 K. Kraton, Kantor, Kampung, Kampus, dan Koorporasi” (Anif, 3/3/2025 di Hotel Grand Verona, Samarinda). Anif menambahkan bahwa kampus punya peran penting untuk melakukan Pembangunan sumber daya manusia di masyarakat.
“kami dari Pembangunan social fisip-unmul akan melakukan pendampingan dan Pembangunan sumber daya manusia di sekitar masyarakat adat Paser” (lanjut, Anif, 3/3/2025 di Grand Verona, Samarinda).
Zulkifli Abdullah, juga Dosen Pembangunan Sosial Fisip-Unmul, turut mengapreasi Kerjasama kesultanan Paser dengan program studi Pembangunan social Fisip-Unmul. Menurutnya Kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen program studi unutuk mengimplementasikan visi keilmuan, khususnya visi pemberdayaan dan kebijakan social.
“Kerjasama ini bagian dari komitmen prodi Pembangunan social untuk mengimplementasikan visi keilmuan, khususnya pemberdayaan masyarakat dan kebijakan social. Kami akan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas manusia sekaligus penelitian yang akan dijadikan rekomendasi kebijakan untuk Pembangunan masyarakat adat di sekita IKN” (Zulkifli, Senin, 3/3/2025 di Hotel Grand Verona, Samarinda).
Program studi pembangunan social Fisip-Unmul akan selalu bersinergi dengan semua pihak termasuk masyarak sivil untuk mewujudkan Pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.(*).






